Samsung Peduli Kesejahteraan Warga Rowosari Semarang


Kanghyun Lee selaku Corporate Affairs Vice President, Samsung Electronics Indonesia bersama anak - anak Rowosari mencoba mengakses internet untuk membuka buku digital melalui Samsung Galaxy Tab di Samsung Smart Library RW 4 Rowosari‎ Semarang, kamis (4/5) kemarin.

Semarang – Samsung Electronics Indonesia bekerja sama dengan Habitat for Humanity (HFH) Indonesia, secara aktif memberikan kebahagiaan dan meningkatkan kualitas hidup melalui pengembangan masyarakat. Dengan program SamsungCare: Building Homes and Community for Hope, Samsung membangun fasilitas balai warga dengan Samsung Smart Library serta memperbaiki 31 rumah layak huni untuk masyarakat RW4 desa Rowosari, Tembalang Semarang. Pembangunan balai warga dengan Smart Library tersebut, dibangun Samsung dengan tujuan agar masyarakat Rowosari dapat mengenal dan semakin dekat dengan teknologi yang dapat membantu mereka membuka wawasan sehingga berpeluang untuk memiliki masa depan yang lebih baik. 

Kanghyun Lee selaku Corporate Affairs Vice President, Samsung Electronics Indonesia dalam sambutannya mengatakan “Kami selalu berusaha terlibat langsung dalam pembangunan komunitas, melalui inovasi dan teknologi, untuk membawa perubahan positif bagi masyarakat Indonesia. Kali ini, lewat program SamsungCare: Building Homes and Community for Hope, kami membangun balai warga yang dilengkapi dengan Samsung Smart Library dan rumah-rumah layak huni untuk memberikan harapan baru bagi warga atas terbukanya lebih banyak kesempatan dalam menciptakan masa depan dan kehidupan yang lebih baik. Samsung Smart Library dilengkapi dengan 18 unit tablet Samsung Galaxy A with S-Pen, jaringan internet dan display TV. Masyarakat desa Rowosari dapat menikmati kemudahan mengakses buku-buku digital melalui Samsung Galaxy Tab, mengakses internet untuk belajar, membuat tugas, ataupun sekedar mencari resep makan malam,” kata Kanghyun Lee saat peresmian program CSR di RW 4 desa Rowosari kecamatan Tembalang, kabupaten Semarang, kamis (24/5) kemarin.

Kanghyun Lee (tiga dari kiri) secara simbolis menyerahkan plakat kunci rumah kepada Kepala Dinas Perumahan Dan Kawasan Pemukiman Kota Semarang - Muthohar didampingi pejabat setempat


Tiwi, salah seorang anak yang mencoba mengakses buku digital melalui Samsung Galaxy Tab di Samsung Smart Library mengatakan "Luar biasa canggihnya perpustakaan pintar ini, saya bisa membuka inter‎net untuk membaca semua buku pelajaran sekolah dan buku - buku cerita yang saya sukai, terima kasih banyak ya Samsung," kata Tiwi yang diamini teman - temannya.

Balai warga yang berukuran 6x11m2 dilengkapi TV Samsung dan 50 kursi yang dapat digunakan warga RW4 Desa Rowosari sebagai tempat pelatihan-pelatihan yang dilakukan secara aktif oleh RW4 salah satunya adalah beladiri dan pramusaji bagi anak-anak dan pemuda setempat. Balai warga ini juga dapat digunakan sebagai tempat untuk menyampaikan informasi maupun kegiatan bagi ibu-ibu PKK setempat seperti posyandu.

Kepala Dinas Perumahan Dan Kawasan Pemukiman Kota Semarang - Muthohar mengatakantahun 2016 lalu terdapat 11.000 unit rumah tidak layak huni di Semarang dan sekarang sudah ditangani oleh pemerintah, di tahun 2017 ini ada 1.1162 unit rumah tidak layak huni dan akan segera ditangani oleh Pemkot Semarang.


"Kami menyambut baik langkah Samsung bekerja sama dengan HFH tersebut karena mengurangi jumlah rumah tidak layak huni di Semarang. Anggaran pemkot Semarang untuk perbaikan rumah tidak layak huni sebesar Rp15 juta/unit, sedangkan untuk program ini anggarannya sekitar Rp 30 juta/ unit,  sudah seharusnya masyarakat wajib bersyukur,” terang

Selain itu, 31 keluarga di Rowosari juga menerima perbaikan dan pembangunan rumah yang lebih layak huni. Kelayakan tersebut mengikuti standar global yang ditetapkan oleh HFH Indonesia, yaitu standar konstruksi dengan ketahanan sesuai rekomendasi pemerintah dan HFH Indonesia, ketersediaan akses dan kuantitas air bersih yang memadai, sanitasi yang baik, dan desain rumah dengan luas kamar minimal 3,5m2/orang dan memiliki minimum dua buah ruang.

Di tempat yang sama, Tommy Pacatang selaku Direktur Nasional (ad-interim) Habitat for Humanity Indonesia mengatakan, RW4 di Desa Rowosari, Tembalang, Semarang ini menjadi daerah yang dipilih Samsung dan HFH Indonesia setelah melakukan diskusi dengan pemerintah setempat dan melakukan riset dan serangkaian penilaian terkait dengan kondisi rumah-rumah serta lingkungan mereka saat ini. “Kami bertanggung jawab pada manajemen konstruksi dan pengelolaan kemitraan dengan komunitas warga sehingga kualitas program dan pemberdayaan masyarakat dapat terjaga baik. Proses penerimaan manfaat dari program ‘SamsungCare: Building Homes and Community for Hope’ ini dengan mempertimbangkan keadaan rumah, terutama yang belum memenuhi standar kelayakan huni yang memadai, seperti lantai masih beralas tanah, pondasi yang tidak kuat, atap yang bocor, tembok masih terbuat dari bambu, dan sanitasi yang tidak layak,” kata Tommy.

Kanghyun Lee saat memaparkan program CSR Samsung Electronics Indonesia kepada beberapa mitra media di Balai RW 4 Rowosari Tembalang Semarang 

Dijelaskan pula, Desa Rowosari yang lokasinya ditempuh tidak lebih dari satu jam dari pusat pemerintahan daerah Semarang, memang memenuhi kriteria tersebut. Kelebihannya, komunitas warga sangat aktif dalam gotong royong. Tommy Pacatang menjelaskan pula, salah satu faktor utama yang bisa menentukan rumah mana yang akan direnovasi, selain dari kondisinya, yaitu ada atau tidaknya keterangan kepemilikan tanah dan rumah yang sah dari penghuni rumah tersebut. 

Dalam proses pelaksanaan program, pemilik rumah juga diharuskan berkontribusi dalam pembangunan rumahnya sendiri, dengan ikut membangun rumahnya secara swadaya, setidaknya selama 400 jam. “Ini adalah pendekatan pembangunan yang bertumpu pada masyarakat (community based development approach) yang identik dengan kesadaran, keterlibatan, dan kemandirian masyarakat bagi pembangunan mereka sendiri. Dengan cara ini, masyarakat dibina untuk dapat membuat keputusan sesuai kebutuhan mereka masing-masing,” tambah Tommy. 

Dalam program ini Samsung dan HFH Indonesia juga memberikan pelatihan dasar untuk mendirikan bangunan dan edukasi mengenai sanitasi air dan kebersihan, sehingga ke depannya mereka memiliki kemandirian untuk membangun dan menjaga kelayakan rumahnya dan dapat memperbaiki kualitas kehidupannya.

“Di Samsung, kesuksesan tidak hanya diukur dengan pencapaian bisnis, tetapi juga dari seberapa baik kami melayani masyarakat dan membuat perbedaan dalam kehidupan masyarakat melalui program-program Corporate Citizenship kami. Kami berharap warga Rowosari dapat memanfaatkan fasilitas dan teknologi yang kami berikan dan resmikan hari ini, untuk menjadi lebih produktif berkarya dan memiliki kehidupan yang lebih bahagia,” tutup KangHyun Lee.


Program CSR mendapat sambutan yang positif dari warga Rowosari, seperti yang diungkapkan Slamet Riyadi (45), salah seorang warga yang rumahnya menerima CSR ini. "Saya seperti mimpi, sekarang rumah saya sudah bagus. Sebelumnya rumah saya berdinding papan, lantainya masih tanah dan terdapat 1 kamar tidur. 3 bulan lalu, pak RW datang dan mendata beberapa warga di sini, saat itu saya tidak sampai berfikir sejauh ini. Pekerjaan saya seraputan, untuk memberbaiki rumah menjadi seperti sekarang, sangat tidak mungkin. Saya sekeluarga mengucapkan terima kasih sebesar - besarnya kepada Samsung dan semua pihak yang membantu program CSR ini," kata bapak tiga anak saat beberapa media berkunjung ke rumah barunya, dengan mata berkaca - kaca penuh kebahagiaan.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Samsung Peduli Kesejahteraan Warga Rowosari Semarang "

Posting Komentar