Toyota Kembangkan Pertanian Organik Di Demak Jawa Tengah


Vice President Director PT. Toyota Astra Motor - Henry Tanoto (tiga dari kanan), Managing Director Nasmoco Group - Fatrijanto (paling kanan) - perwakilan founder dealer Toyota - Simon Budi (dua dari kiri) bersama pejabat terkait bersamaan memotong pita saat peresmian program Car For Tree melalui kegiatan Toyota Organic Village di desa Mlaten, Demak Jawa Tengah, rabu (8/3) kemarin.


Demak - Komitmen PT Toyota-Astra Motor (TAM) untuk terus memperluas cakupan kegiatan corporate social responsibility (CSR) di bidang lingkungan seperti program Car for Tree kembali diwujudkan pada awal tahun 2017.

Sukses membangun dan memberdayakan berbagai fasilitas lingkungan sejak tahun 2010 seperti Ancol Eco Park dan Taman Semanggi di Jakarta TAM dan jaringan penjualannya kini memperluas program Car for Tree , melalui kegiatan Toyota Organic Village yang merupakan pemberdayaan petani melalui pertanian berbasis organik di Desa Mlaten, Demak,  Jawa Tengah.

Henry Tanoto (tiga dari kiri), Fatrijanto (paling kiri) bersama pejabat terkait mendengarkan paparan tentang keunggulan mesin pertanian organik dari Toyota yang memiliki teknologi canggih

Toyota Organic Village merupakan program yang dirancang dan direalisasikan TAM dan New Ratna Motor sebagai salah satu founder dealer Toyota, untuk pengembangan desa berbasis pertanian organik dan ramah lingkungan dengan melibatkan masyarakat petani di Desa Mlaten. Hal ini sejalan dengan visi pemerintah dalam pembangunan Indonesia yaitu untuk memperkuat daerah-daerah dan desa, peningkatan kesejahteraan masyarakat, meningkatkan produktivitas rakyat serta mewujudkan kemandirian ekonomi.

Dalam program Toyota Organic Village, Toyota membantu petani untuk mengembangkan pertanian organik dengan dua langkah. Pertama, dalam bentuk pendidikan dan pengembangan keterampilan pertanian organik, yaitu pelatihan dan bimbingan tentang pembuatan sarana produksi organik (pembuatan pupuk, bibit, dan pestisida), sistem budidaya pertanian organik, teknologi pasca panen, dan distribusi dan pemasaran beras organik.

Kedua, dalam bentuk fasilitas alat-alat pertanian, yaitu bangunan dan mesin pengering dan penggiling padi, serta mesin pengolah pupuk kompos, sehingga petani mampu memproduksi sarana produksi secara mandiri dan mampu menggunakan alat teknologi tinggi. Proses penggilingan dan pengemasan beras pun dapat dilakukan menggunakan unit proses terintegrasi untuk menjaga beras tetap dalam kualitas yang baik dan dapat bersaing di pasaran. Pengemasan produk beras menggunakan sistem vaccum yang dapat menjaga kualitas beras dalam waktu yang lama.

Kegiatan ini antara lain bertujuan untuk mengoptimalkan potensi sumber daya lokal sebagai salah satu daerah penghasil beras terbesar di Jawa Tengah ini. Sejalan dengan semangat Toyota Let's Go Beyond, TAM berharap kehadiran program ini dapat membantu petani dan masyarakat di desa itu untuk memperoleh dan menikmati hasil pertanian yang melebihi harapan mereka baik secara ekonomi, lingkungan, dan sosial secara berkelanjutan.

Selain itu, Toyota Organic Village diharapkan dapat berkontribusi dalam program pemerintah dalam pelestarian lingkungan, serta menciptakan sistem pertanian yang eco-friendly di tengah munculnya masalah penurunan kesuburan tanah dan polusi air akibat penggunaan bahan kimia pada sistem pertanian konvensional.

Vice President Director TAM, Henry Tanoto, menyebutkan bahwa sejalan dengan semangat Toyota Let’s Go Beyond dan Toyota Berbagi, program Toyota Organic Village diharapkan dapat memainkan peran dalam pemberdayaan komunitas masyarakat petani dengan keunggulan lokal yang dimiliki untuk makin memahami pertanian berbasis organik yang manfaatnya sangat besar.

“Terciptanya pola pertanian ramah lingkungan akan berdampak terhadap kualitas lingkungan sekitar yang semakin membaik sehingga mampu mewujudkan masyarakat petani dengan pola agribisnis berkelanjutan untuk taraf hidup yang terus meningkat, “ ujar Henry, dalam peresmian acara Toyota Organic Village di Desa Mlaten, Kabupaten Demak, hari ini.

Henry mengatakan program yang juga melibatkan peran serta Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Yayasan  yang berpengalaman di bidang ini, tidak hanya dirasakan manfaatnya oleh para petani dan masyarakat di Desa Mlaten, tetapi juga menjadi contoh untuk dapat diterapkan di daerah lainnya. Sehingga, dapat mewujudkan pola pertanian berkelanjutan yang  menguntungkan dan efisien secara ekonomi, terjaganya lingkungan sumber daya alam,  dan makin  meningkatnya kualitas hidup petani.

Dalam mengimplementasikan program ini, Toyota turut dibantu oleh mitra dan pendamping yaitu Yayasan Arga Citra 23 yang bertindak sebagai profesional.

Henry Tanoto (tiga dari kanan), Simon Budi (dua dari kanan), Fatrijanto (paling kanan) foto bersama dengan pejabat terkait saat peresmian Toyota Organic Village di desa Mlaten, Demak Jawa Tengah 


Seperti yang sudah disebutkan di awal, Toyota Organic Village merupakan bagian dari program Toyota Car for Tree. Sejak 2010, Car for Tree diselenggarakan dengan cara menyisihkan sebagian keuntungan penjualan dari setiap unit kendaraan Toyota untuk didonasikan menjadi pohon dan proyek pelestarian lingkungan.

Jika sebelumnya program Car for Tree dilaksanakan di wilayah Jakarta dan sekitarnya, maka sejak tahun lalu, TAM memperluas cakupan program Car for Tree ke daerah-daerah, berdasarkan potensi lokal yang dimiliki dan tidak terfokus kepada penanaman pohon saja.

Toyota Organic Village di Desa Mlaten sudah mulai dilaksanakan sejak November 2016 lalu. Selain membangun fasilitas factory building dan rice milling unit, dan menggelar berbagai praktek pertanian kepada para petani untuk pembuatan pupuk, benih, dan pestisida organik, pada program ini TAM juga memberikan bantuan pendanaan dan pelatihan untuk ketersediaan dan keberlangsungan  sarana produksi,  sistem budidaya  padi organik, pasca panen dan pengolahan hasil.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Toyota Kembangkan Pertanian Organik Di Demak Jawa Tengah"

Posting Komentar