Samsung Peduli Kemajuan Pendidikan Indonesia


Advisor PT. Samsung Electronics Indonesia - Jendral (Purn) Agum Gumelar memberikan plakat kepada Gubernur Sulawesi Selatan - Syahrul Yasin Limpo SH, M.Si,MH, didampingi VP Corporate Business and Corporate Affairs PT.Samsung Electronics Indonesia - Mr.Kanghyun Lee (empat dari kanan), Kepala Dinas Pendidikan Provinsi SulSel - H.Imran Yasin Limpo (tiga dari kanan), Ketua Umum Ikatan Guru Indonesia - M.Ramli Rahim ( dua dari kanan) saat peresmian program "Dari Samsung Untuk Guru Indonesia" di Makassar, selasa (28/2) lalu.

Samsung Electronics Indonesia Dukung Kemajuan Pendidikan Melalui Smart Learning Class untuk Guru-Guru Indonesia

Makassar – PT Samsung Electronics Indonesia, pemimpin pasar ponsel dan TV di Indonesia, hari ini bersama dengan Ikatan Guru Indonesia (IGI) meluncurkan sebuah program “Dari Samsung untuk Guru Indonesia” melalui salah satu fasilitasnya yaitu Samsung Smart Learning Class, sebuah ruang kelas berbasis ICT (Information and Communication Technology) yang hadir untuk memberikan pelatihan penggunaan gadget dan teknologi bagi para guru di seluruh Indonesia.
Pelatihan tersebut diharapkan dapat membuat guru-guru semakin dekat dengan teknologi dan bisa memanfaatkannya untuk menciptakan metode belajar-mengajar yang lebih efisien, menarik dan interaktif dengan para siswa.

Sebuah penelitian yang dibuat National Institute of Multimedia Education di Jepang mengatakan bahwa kelas berbasis ICT atau metode belajar mengajar yang menggunakan gadget dan teknologi mempunyai dampak positif yang signifikan bagi siswa. Metode ini membuat mereka dapat memiliki pemahaman yang lebih lengkap sekaligus memiliki practical dan presentation skill terhadap pelajaran-pelajaran yang diajarkan, terutama Matematika, Sains dan Ilmu Sosial.

Vice President Corporate Business and Corporate Affairs PT.Samsung Electronics Indonesia - Kanghyun Lee mengatakan, “Samsung Smart Learning Class yang kami bangun dilengkapi dengan sekitar 23 buah Samsung Galaxy Tablet A8 dan perangkat-perangkat pendukung sebuah kelas berbasis ICT, seperti display TV, koneksi internet hingga printer. Kami berharap fasilitas dan pelatihan-pelatihan dasar penggunaan tablet serta e-learning yang dirancang oleh IGI, dapat membawa kemajuan pada sistem pendidikan dan metode pengajaran di Indonesia,” ujar Kanghyun Lee saat peresmian program "Dari Samsung Untuk Guru Indonesia" di Makassar, selasa (28/2) lalu.

Mr.Kanghyun Lee (tiga dari kanan), Gubernur SulSel - Syahrul Yasin Limpo ( empat dari kanan), Advisor PT. Samsung Electronics Indonesia - Agum Gumelar (dua dari kanan), Ketua Ikatan Guru Indonesia - M.Ramli Rahim bersama - sama memotong pita saat peresmian Samsung Smart Learning Class 

Salah satu kendala dari pemanfaatan teknologi dalam metode pengajaran adalah keterbatasan guru-guru Indonesia dalam menggunakan gadget, sebagian besar bahkan belum akrab dengan teknologi. Berbeda dengan siswa-siswi Indonesia yang 80% mengakses internet menggunakan tablet, laptop maupun smartphone untuk mengerjakan tugas dan bersosialisi di sosial media (berdasarkan riset UNICEF 2014), sebuah penelitian yang dilakukan oleh Bambang Sumintono dari University of Malaya pada April 2012 di Bali, Sulawesi Selatan, Jawa Tengah dan Papua, menemukan bahwa hanya 30% guru yang mengakses internet untuk mencari informasi dan bahkan hanya 4% diantaranya yang mencari informasi mengenai ilmu pengetahuan dan bahan pengajaran secara spesifik.

“Kami menyadari sebagian besar guru di Indonesia masih memiliki kendala dalam menggunakan perangkat-perangkat teknologi. Oleh karena itu kami menyiapkan kurikulum pelatihan e-learning dan pelatihan dasar menggunakan software umum seperti power point dan excel, serta membangun dan melatihkan kanal-kanal pelatihan seperti Sagusaku, Sagusakti, Sagusablog, Sagusampi, Sagusanov, dan lain-lain dengan total sebanyak 17 kanal pelatihan dan akan terus berkembang untuk guru-guru anggota IGI maupun bukan anggota IGI. Ada sekitar lebih dari 1.000.000 guru yang sudah siap menerima pelatihan di berbagai wilayah Indonesia, bukan hanya dari Sulawesi Selatan. Target kami hingga akhir tahun ini adalah akan memberikan pelatihan kepada 500 ribu guru dari seluruh Indonesia. Khusus untuk pelatihan di Samsung Smart Learning Class, kami menargetkan sebanyak 23.000 guru dalam setahun. Lebih lanjut kami berharap guru-guru yang telah dilatih di Samsung Smart Learning Class ini dapat berbagi ilmu kepada rekan-rekannya di daerah mereka mengajar,” kata Muhammad Ramli Rahim, Ketua Umum Ikatan Guru Indonesia ( IGI).

Selain fasilitas Samsung Smart Learning Class di Makassar, program “Dari Samsung untuk Guru Indonesia” ini juga meliputi program Training of Coach agar semua peserta yang mengikuti program ini dapat melanjutkan program dengan memberikan pengenalan e-learning, pelatihan gadget dan literasi untuk daerah-daerah lainnya di seluruh Indonesia. Lebih kurang 30 Samsung Galaxy Tablet A8 disiapkan agar dapat digunakan secara mobile dan dibawa ke daerah-daerah lain untuk memfasilitasi pelatihan Training of Coach tersebut. Pelatihan literasi yang diberikan dalam program pelatihan ini dimaksudkan untuk melahirkan minat menulis para guru dengan mengajarkan mereka menulis menggunakan blog, misalnya tentang metode pengajaran yang mereka miliki atau pun ide-ide teknik pengajaran baru dan topik lainnya yang nantinya mereka unggah ke dalam situs resmi IGI. Hal tersebut dilakukan untuk menciptakan forum komunikasi antara guru-guru anggota IGI, sehingga semua guru dari Sabang sampai Merauke dapat terhubung untuk saling bertukar informasi dan berbagi pengalaman praktek terbaik dari masing-masing daerah.

Mr.Kanghyun Lee, H.Imran Yasin Limpo, Agung Gumelar, M.Ramli Rahim, dan Syahrul Yasin Limpo melihat fasilitas Samsung Smart Learning Class yang menjadi bagian program "Dari Samsung Untuk Guru Indonesia", adanya program Samsung Smart Learning Class ini, Samsung bekerjasama dengan IGI menyusun kurikulum pelatihan e-learning dan pelatihan dasar menggunakan perangkat lunak umum seperti powerpoint dan excel untuk guru Indonesia 

“Kami percaya guru merupakan elemen terpenting dalam sebuah sistem pendidikan, dan memiliki peranan vital untuk membentuk generasi muda yang cinta belajar dan memiliki bekal ilmu untuk membuka peluang-peluang di masa depan. Membekali guru dengan kemajuan teknologi semakin memperkuat peran guru dalam ekosistem pendidikan untuk mendukung misi pemerintah lewat program Kemendikbud dalam menciptakan pembelajaran yang bermutu ", tutup Kanghyun Lee

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Samsung Peduli Kemajuan Pendidikan Indonesia "

Posting Komentar