Honda Tularkan Virus Safety Riding


Siswa SMK Wisuda Karya Kudus foto bersama Instruktur Safety Riding Astra Motor Semarang dalam kegiatan pelatihan Aman Berkendara di SMK Wisudha Karya Kudus, akhir pekan kemarin.

Kudus – Untuk mendukung program Honda Pelopor Safety Riding, Paguyuban Honda Kudus bersama Main Dealer Astra Motor Jawa Tengah menggelar pelatihan Safety Riding di SMK Wisudha Karya Kudus, Pelatihan ini diharapkan mampu menularkan virus safety riding kepada 156 siswa SMK Wisudha Karya Kudus, agar para siswa memahami pentingnya aman berkendara. Keprihatinan terhadap cara berkendara khususnya anak muda di Kudus, menjadi motivasi komunitas Paguyuban Honda Kudus menggelar kegiatan ini.menjadi latar belakang digelarnya pelatihan ini.

Pengurus Paguyuban Honda Kudus Muhammad Ghufron mengatakan, komunitas motor khususnya Paguyuban Honda Kudus harus mampu menjadi pelopor dalam prilaku Aman Berkendara bagi masyarakat.
“Kami sebagai anggota komunitas tentunya ingin berbuat sesuatu untuk masyarakat dan lingkungan terdekat. Dengan pengalaman yang kami peroleh dari Instruktur Safety Riding Honda Jateng, Paguyuban Honda Kudus tergerak hatinya untuk memberikan kegiatan ini, agar para siswa menyadari pentingnya perilaku Aman Berkendara di jalan raya,” kata Ghufron.

Kegiatan berlangsung meriah, karena 156 siswa SMK Wisudha Karya Kudus sangat antusias dalam kegiatan pelatihan Safety Riding ini. Para siswa diajarkan tentang skill - skill dasar aman berkendara. Kegiatan pelatihan aman berkendara ini merupakan pelatihan safety riding pertama yang diselenggarakan oleh komunitas roda dua kepada pihak umum di Jawa Tengah.

Berbagai teknik berkendara pun dikenalkan, mulai dari teknik dasar seperti mounting & dismounting (naik dan turun kendaraan) yang aman dan benar, termasuk memeriksa kendaraan dan memastikan postur tubuh yang baik saat berkendara.
Hingga ke teknik yang lebih pro seperti teknik pengereman (breaking), guna mengantisipasi agar tidak terjadi kecelakaan akibat salah teknik pengereman.

"Seperti ketika hendak melewati jalanan basah dan licin atau jalanan berliku. Kemudian, kami juga mengajarkan teknik keseimbangan diatas jalan sempit (narrow plank), dan teknik melewati jalanan bergelombang (bumpy road). Selain itu, peserta juga dikenalkan teknik slalom course atau cara melakukan akselerasi serta handling kemudi dengan benar", jelas Gufron.

Beberapa teknik dasar Aman Berkendara : 

Anggota Paguyuban Honda Kudus mengajarkan teknik Aman Berkendara kepada 156 siswa SMK Wisudha Karya Kudus

Saat melewati jalan berlubang, para siswa juga dibekali teknik Bumpy Road

Salah satu siswa mencoba teknik Narrow Plank, teknik ini untuk melatih keseimbangan berkendara di jalan yang sempit 


Honda Jateng Targetkan 60 Sekolah Safety Riding Mandiri

Salah satu murid SMK Wisudha Karya Kudus, Setyo Hadi mengatakan bahwa dirinya bersama teman-teman merasa cukup senang dengan adanya pelatihan ini. Pelatihan ini selain menjadi modal penting dalam berkendara sehari - hari, juga bisa membantu untuk mempermudah dalam melakukan ujian mendapatkat Surat Izin Mengemudi (SIM).

“Saat tes SIM, sulit sekali untuk lulusnya, karena kebanyakan dari kami tidak pernah mendapatkan materi aman berkendara dan taat berlalu lintas seperti ini,” ungkap Setyo.

Senada dengan pernyataan Setyo, Safety Riding Officer Astra Motor Jateng Suko Edi menambahkan, bahwa pelatihan terkait aman berkendara belum dikenalkan secara menyeluruh. Oleh karena itu pihaknya mempunyai solusi untuk membuat Sekolah Safety Riding Mandiri (SSRM).

“Kami tawarkan konsep SSRM, sehingga lingkungan sekolah menjadi aman. Siswa-siswi bisa jauh lebih tertib dalam perjalanan pergi dan pulang ke sekolah. Benefit lainnya kami latih dengan layout ujian SIM C,” jelas Suko Edi.

Pada tahun 2016 lalu, tim safety riding Honda Jateng cukup gencar menanamkan virus aman berkendara kepada seluruh elemen masyarakat di Jawa Tengah. Tercatat lebih dari 7.500 orang telah berhasil diberikan sosialisasi secara langsung. Astra Motor Jateng juga melakukan kerja sama dengan 45 sekolah di wilayah Jawa Tengah yang menjadi Sekolah Safety Riding Mandiri (SSRM). Dimana pada tahun ini jumlah tersebut akan ditingkatkan, Safety Riding Honda Jateng menargetkan akan menambah 15 sekolah lagi sebagai sekolah SSRM.

“Honda yakin, bahwa usaha keras bersama seluruh masyarakat Jateng untuk menekan angka kecelakaan di jalan raya akan membuahkan hasil pada masa yang akan datang. Honda sebagai motore wong Jawa Tengah akan terus melakukan inovasi untuk bisa menanamkan virus safety riding kepada seluruh lapisan masyarakat,” tutup Suko Edi.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Honda Tularkan Virus Safety Riding"

Posting Komentar