OJK Jangkau Akses Keuangan Masyarakat Hingga Pelosok


Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan (LJK) Kantor OJK Regional 3 Jateng dan DIY - Hisbullah (tengah) memberikan sambutan pembukaan dalam Sosialisasi Tugas Dan Fungsi Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPKAD) Dan Satgas Waspada Investasi (SWI) di Purwokerto, selasa (13/12/2016)

Purwokerto – Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 3 Jateng dan DIY pada bulan Juli 2016 lalu mengukuhkan terbentuknya Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPKAD), tujuannya untuk mendorong peningkatan jumlah agen laku pandai agar semakin menjangkau masyarakat yang jauh dari kantor layanan keuangan seperti perbankan.

Direktur Lembaga Jasa Keuangan (LJK) Kantor Regional 3 Jateng dan DIY – Hisbullah mengatakan,"Kami terus mendorong agar jumlah agen ini terus mengalami peningkatan. Agar ayanan transaksi keuangan bisa menjangkau sampai ke wilayah yang pelosok yang tidak terjangkau kantor perbankan. Saat ini jumlah Agen Laku Pandai meningkat signifikan, dari jumlah sekitar 500 agen pada 2015, sekarang menjadi 31.875 agen di Jawa Tengah dan 4.600 Agen di DiY, kalau ditotal secara nasional mencapai 160.489 Agen,” Kata Hisbullah dalam Pelatihan Wartawan Dan Sosialisasi Tentang Tugas Dan Fungsi Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPKAD) Dan Satgas Waspada Investasi (SWI) di Hotel Aston Purwokerto, Selasa (13/12/2016).

Hisbullah menambahkan ,"Sejauh ini sudah ada 11 bank konvensional yang mempunyai agen laku pandai yang mana nasabah laku pandai di Jateng sudah lebih dari 1 juta nasabah, dan di DIY ada 57 ribu nasabah”.

Untuk menjadi agen laku pandai, calon agen harus memiliki usaha berupa warung sembako atau toko kelontong yang sudah berjalan minimal 2 tahun, kemudian mengikuti beberapa ketentuan lain yang ditentukan dari pihak bank. Keberadaan agen laku pandai ini di wilayah yang jangkauannya cukup jauh dari kantor perbankan atau kantor kas untuk layanan keuangan, transaksinya pun dibatasi yaitu maksimal Rp 10 juta.

Meski layanan dilakukan di agen, tapi keamanan juga terjamin karena langsung terekam dalam handphone. Yang mana seluruh transaksi melalui agen laku pandai mendapatkan notifikasi atau pemberitahuan ke nasabah melalui handphone.

Uun Ilyana selaku Kepala Bagian Informasi dan Dokumentasi dan Kemitraan Pemerintah Daerah menambahkan ,”Agen Laku Pandai akan mendapat mesin CDD atau mini ATm untuk pengamanannya, sehingga keamanan tetap terjamin. Kemudian untuk proses transaksi sampai masuk ke sistem itu maksimal 10 hari karena transaksi dari agen bisa saja tidak secara langsung ke sistem bank," tambah Uun.

Pertumbuhan jumlah agen laku pandai di Jateng, didominasi oleh Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN) dengan jumlah 12.345 agen dan Bank Rakyat Indonesia (BRI) dengan 10.705 agen.

Hingga saat ini sudah terbentuk di 8 Kabupaten/Kota seperti Solo, Brebes, Tegal, Batang, Pekalongan, Banyumas, Kudus, dan Provinsi Jateng. Menyusul dalam waktu dekat di Purwodadi, dan Kendal.

"Ditargetkan pada 2017 mendatang, TPAKD terbentuk di semua Kabupaten dan Kota di Jawa Tengah,” jelas Uun.


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "OJK Jangkau Akses Keuangan Masyarakat Hingga Pelosok "

Posting Komentar