Toyota Ajak Generasi Muda Untuk Kreatif Dan Inovatif


Gubernur Jawa Tengah - Ganjar Pranowo (empat dari kiri), Direktur PT.Toyota Astra Motor (TAM) - Darmawan Widjaya (lima dari kiri), Manager Operasional Nasmoco Group - Pribadi Dian Nurcahyo (dua dari kanan) dan tamu undangan foto bersama dengan para finalis dari SMAN 2 Semarang dan SMAN 1  Blora.

PT. Toyota Astra Motor (TAM) tahun 2016 ini kembali menggelar program Toyota Eco Youth (TEY) atau Kompetisi untuk para pelajar Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA). Kompetisi ini diharapkan mampu membangun cara berpikir dan memberikan kontribusi nyata terhadap perbaikan lingkungan.

Pelaksanaan TEY yang kali ini memasuki tahun ke-10, tema yang diusung adalah “Ecosociopreneurship”. Dengan tema ini diharapkan akan menstimulus para peserta untuk bersaing menampilkan proyek-proyek lingkungan yang didukung oleh kegiatan yang menghasilkan dana guna membiayai keberlangsungan operasional poyek secara mandiri.


Ganjar Pranowo bersama Darmawan Widjaya sedang mendengarkan presentasi finalis 

Admal Syayid selaku Corporate Planning & CSR Manager PT.TAM mengatakan, pada TEY ke-10 ini Toyota akan menanamkan nilai-nilai Ecosociopreneur kepada para pelajar, agar mampu menciptakan kegiatan yang menghasilkan dana guna mendukung keberlanjutan dan terciptanya inovasi-inovasi baru bagi proyek-proyek lingkungan mereka.

“Sejalan dengan semangat Toyota Beyond Care, kami berharap proyek-proyek tersebut bermanfaat melebihi ekspektasi masyarakat di lingkungan sekitarnya, sekaligus mengembangkan gaya hidup yang lebih kondusif dan ramah lingkungan bagi generasi mendatang,” kata Admal kepada media di SMAN 2 Semarang, selasa (11/10/2016).




Ecosociopreneur merupakan gabungan antara Ecopreneur yang berarti wirausaha yang peduli dengan masalah lingkungan atau kelestarian lingkungan. Sementara itu, Sociopreneur adalah pengusaha yang menjalankan usahanya tidak semata-mata hanya memikirkan keuntungan pribadi, tetapi juga memikirkan untuk membangun dan mengembangkan komunitasnya agar lebih berdaya.

Konsep Ecosociopreneur diharapkan mampu mendorong proyek ini agar berkelanjutan melalui kegiatan yang menghasilkan dana untuk membiayai keberlangsungan operasional proyek secara mandiri.

Contohnya adalah “Asuransi Sampah” yang dilakukan oleh “Eco-Hero” bernama Dr. Gamal Albinsaid. Dr. Gamal mempunyai klinik kesehatan di mana para pasien membayarnya dengan sampah. Kemudian, sampah ini dijual melalui sistem koperasi. Uang yang dihasilkan dari penjualan sampah akan digunakan untuk mendanai operasional klinik kesehatan tersebut.

Sama halnya dengan pelaksanaan TEY tahun-tahun sebelumnya, TEY ke-10 juga akan terdiri dari 2 (dua) kategori lomba, yaitu untuk bidang Science (ilmiah) dan Social Movement (sosial). Sesuai dengan tema Ecosociopreneurship, proyek ilmiah yang dilombakan diharapkan mampu menjadi proyek yang berkesinambungan. Dimana proyek ini dapat berjalan secara mandiri dan memberikan berkontribusi bagi lingkungan sekitar. Sementara itu, untuk Social Movement adalah gerakan sosial berkesinambungan yang bisa berjalan secara mandiri dan mengajak komunitas untuk berperilaku yang berdampak positif bagi lingkungan.

Untuk TEY ke-10 ini, Toyota menerima 5.000 proposal proyek lingkungan yang masuk dari 1.400 sekolah, atau lebih banyak dibandingkan pada TEY ke-9 yang hanya mencapai 1.709 proposal. Dari seluruh proposal yang masuk, panitia menetapkan 25 proposal proyek yang  sebagai finalis untuk kemudian dilombakan.

Tahun ini 2 SMAN dari Jawa Tengah terpilih menjadi finalis TEY ke-10 dengan 3 proposal proyek, yaitu SMAN 2 Semarang dan SMAN 1 Blora. " SMAN 2 Semarang menempatkan 2 finalis untuk 2 kategori sekaligus, science dengan social movement. Untuk kategori science dengan nama proyek "Fit (Paving Electric) Pembangkit Listrik Berbiaya Rendah, dan kategori social movement dengan nama proyek "Eco Package for a Better Future. Untuk SMAN 1 Blora terpilih 1 finalis kategori social movenment dengan proyek "Sandal Organik dengan alas dari limbah serpihan kayu," jelas Admal.

Selain itu, cakupan kolaborasi TEY juga diperluas. Jika sebelumnya hanya melibatkan internal sekolah dan lingkungan sekitar sekolah,  pada TEY ke-10 juga melibatkan peran universitas sebagai pembimbing dan pendampingan selama pelaksanaan proyek khususnya bagi 25 proyek peserta yang berhasil menjadi finalis.

“Kenaikan target jumlah peserta tersebut merupakan wujud komitmen kami untuk perbaikan pola pikir lingkungan di kalangan generasi muda. Selain itu, kami juga ingin adanya peningkatan kualitas proyek (improvement) pada TEY ke-10 ini sehingga perlu keterlibatan peran universitas dalam menjalankan proyeknya itu,” jelas Admal.

Pada program TEY ke 10 ini total hadiah yang disediakan Rp 600 juta, rinciannya pemenang pertama mendapat Rp 70 juta, kedua Rp 50 juta, dan ketiga Rp 30 juta, masing - masing per kategori. Masih ada lagi, untuk hadiah Best of The Best akan mendapat tiket Trip ke Jepang untuk dua pelajar dan 1 guru pembimbing.

Ganjar Pranowo disaksikan Darmawan Widjaya memberikan piagam penghargaan kepada finalis program TEY 2016

Ditempat yang sama, Gubernur Jawa Tengah - Ganjar Pranowo menyambut positif digelarnya kegiatan ini. "Saya bangga dengan para finalis ini, inovatif dan kreatif. Mereka adalah generasi muda yang penuh inspirasi, bangsa ini akan menjadi besar jika mempunyai banyak generasi muda yang inovatif dan kreatif. Dimulai dengan penelitian yang sederhana, generasi muda bisa menghasilkan karya yang inovatif dan kreatif. Terima kasih Toyota, yang telah mengajak generasi muda untuk berfikir dan berkarya sehingga tercipta produk - produk yang kreatif dan inovatif," kata Ganjar dalam sambutannya.

Dalam program ini, Toyota akan memberikan pendanaan kepada 6 pemenang TEY ke-10 atas proposal yang telah mereka implementasikan di TEY. Dana tersebut akan dijadikan dana Business Start Up atas proyek tersebut ke depannya.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Toyota Ajak Generasi Muda Untuk Kreatif Dan Inovatif"

Posting Komentar